BP IIUM GEMILANG


 
PortalHomeGalleryFAQRegisterLog in

Share | 
 

 Kisah Pelita

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
azam_ramli
Dean
Dean
avatar

Number of posts : 399
Points : 6779
Registration date : 2009-03-16
Age : 35
Location : Tower 1, PETRONAS Twin Tower

PostSubject: Kisah Pelita   Tue Mar 24, 2009 4:31 pm

Pada suatu malam, seorang yang cacat penglihatannya meminta izin dari sahabatnya untuk pulang ke rumahnya. Sahabatnya membekalkannya dengan sebuah lentera pelita.

Sahabat yang cacat penglihatan itu terbahak berkata : " Buat apa saya bawa pelita? Kan sama sahaja bagiku! Saya masih dapat kembali ke rumah. "

Dengan lembut sahabatnya menjawab, " Ini agar orang lain dapat melihat kamu, biar mereka tidak melanggarmu. "

Akhirnya sahabat yang cacat penglihatan itu bersetuju untuk membawa pelita tersebut.

Tidak berapa lama kemudian, semasa dalam perjalanan, seorang pejalan melanggar si cacat penglihatan.

Dalam keadaan terkejut, dia mengomel, " Hey, kamu kan ada mata! Berilah laluan untuk aku yang buta! "

Tanpa berbalas sapa, mereka pun saling berlalu.

*****************************************************************************************

Sedang dalam perjalanan, seorang pejalan lainnya melanggar si buta. Kali ini si buta bertambah marah,
" Apa kamu buta!!!? Tidak dapat melihat ya!!? Aku bawa pelita ini supaya kamu dapat melihat! "

Pejalan itu membidas, " Kamu yang buta! Apakah kamu tidak melihat, pelitamu sudah padam! "

Si buta terpegun.

Menyedari situasi itu, si pejalan kaki tadi meminta maaf, " Oh, maaf,sayalah yang ' buta ',
saya tidak melihat bahawa anda adalah orang buta. "

Si buta tersipu menjawab, " Tidak apa-apa, maafkan saya juga atas kata-kata kasar saya. "

Dengan tulus, si pejalan kaki membantu menyalakan kembali pelita yang dibawa si buta.

Mereka pun meneruskan perjalanan masing-masing.

*************************************************************************************

Dalam perjalanan seterusnya, ada lagi pejalan yang melanggar orang buta itu. Kali ini, si buta bersikap lebih berhati-hati, dia bertanya dengan santun, " Maaf, apakah pelita saya padam? "

Jawap orang yang melanggarnya, " Lah, sememangnya itu juga yang saya ingin bertanyakan kepada saudara. "

Senyap sejenak secara beriringan mereka berkata, " Apakah anda orang buta?"

Secara serentak juga mereka menjawab, " Iya?, " sambil ketawa gelihati.

Mereka pun berupaya saling membantu mencari kembali pelita mereka yang berjatuhan kerana pertembungan tadi.

****************************************************************************************

Pada waktu itu juga, berlalu seseorang dan dalam keremangan malam, nyaris sahaja dia melanggar kedua orang buta yang sedang mencari-cari pelita tersebut. Dia pun berlalu,tanpa mengetahui bahawa mereka adalah orang buta.

Timbul pula fikiran dalam benak orang ini, " Rasanya saya perlu membawa pelita juga, jadi saya dapat melihat jalan dengan lebih baik, orang lain juga dapat ikut melihat jalan mereka. "

***************************************************************************************

Di sebalik cerita....

Pelita melambangkan terang kebijaksanaan.

Membawa pelita bererti menjalankan kebijaksanaan dalam hidup. Pelita, sama halnya dengan kebijaksanaan, melindungi kita dan pihak lain dari berbagai aral rintangan ( pelanggaran! ).

Si buta pertama mewakili mereka yang diselubungi kegelapan batin, keangkuhan,kebebalan, ego, dan kemarahan. Selalu menunjuk ke arah orang lain, tidak sedar bahawa lebih banyak jarinya yang menunjuk ke arah dirinya sendiri. Dalam perjalanan "pulang",dia belajar menjadi bijak melalui peristiwa demi peristiwa yang dialaminya.

Dia menjadi lebih rendah hati kerana menyedari kebutaannya dan dengan adanya belas kasih dari pihak lain. Dia juga belajar menjadi pemaaf.

Pelanggar pertama mewakili mereka yang pada umumnya, yang kurang kesedaran,yang kurang peduli. Kadang, mereka memilih untuk " Menjadi Buta " walaupun mereka dapat melihat.

Pelanggar kedua mewakili mereka yang seolah bertentangan dengan kita, yang sebetulnya menunjukkan kekeliruan kita, sengaja atau tidak sengaja. Mereka dapat menjadi guru-guru terbaik kita. Tidak seorang pun yang mahu menjadi buta, sudah selayaknya kita saling memaklumi dan saling membantu.

Orang buta kedua mewakili mereka yang sama-sama gelap batin dengan kita.Betapa sukarnya menyalakan pelita kalau kita bahkan tidak dapat melihat pelitanya. Orang buta sukar menuntun orang buta lainnya. Itulah pentingnya untuk kita terus belajar agar kita menjadi semakin celek, semakin bijaksana.

Orang terakhir yang berlalu mewakili mereka yang cukup sedar akan pentingnya memiliki pelita kebijaksanaan.

Sudahkah kita nyalakan pelita dalam diri kita masing-masing? Jika sudah,apakah nyalanya masih terang, atau bahkan nyaris padam? JADILAH PELITA, bagi diri kita sendiri dan sekitar kita. Sebuah pepatah ada mengatakan :

" Sejuta pelita dapat dinyalakan dari sebuah pelita, dan nyala pelita pertama tidak akan meredup. Pelita kebijaksanaan pun, tidak akan pernah habis terbagi. "

Sumber : Blogsphere
Back to top Go down
sal
Multimedia
Multimedia
avatar

Number of posts : 44
Points : 6346
Registration date : 2009-03-13
Age : 27
Location : Kuala Lumpur

PostSubject: Re: Kisah Pelita   Thu Mar 26, 2009 3:30 am

sgt brmakna..mmpu mmberikn motivasi..
Back to top Go down
ehsansurur
Deputy Canselor
Deputy Canselor
avatar

Number of posts : 504
Points : 6789
Registration date : 2009-03-16
Age : 33
Location : Kg. Baru

PostSubject: Re: Kisah Pelita   Thu Mar 26, 2009 6:05 pm

pengajarannya,kalo nampak org buta nak melintas jln tlg la pimpin,sian diorg.
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: Kisah Pelita   

Back to top Go down
 
Kisah Pelita
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
BP IIUM GEMILANG :: Sharing Section :: Sharing Story-
Jump to: