BP IIUM GEMILANG


 
PortalHomeGalleryFAQRegisterLog in

Share | 
 

 untuk yang dilamar & melamar

View previous topic View next topic Go down 
AuthorMessage
tinie
Multimedia
Multimedia
avatar

Number of posts : 29
Points : 6322
Registration date : 2009-03-13
Age : 31
Location : home sweet home

PostSubject: untuk yang dilamar & melamar   Mon Apr 27, 2009 6:20 pm

Assalamualaikum... Semoga bermanfaat, baik utk yang melamar ataupun yg dilamar, ataupun bagi yang sudah berumah tangga......

Renungan buat yang sedang mencari pasangan hidup ataupun yang sedang mengemudi bahtera rumah tangga..
Mengapa?
Kerana Dia Manusia Biasa ...

Kerana Dia Manusia Biasa ...

Setiap kali ada sahabat yang ingin menikah, saya selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Kenapa kamu memilih dia sebagai suami/isterimu? Jawabannya ada bermacam-macam. Bermula dengan jawaban kerana Allah hinggalah jawaban duniawi.

Tapi ada satu jawaban yang sangat menyentuh di hati saya. Hingga saat ini saya masih ingat setiap detail percakapannya. Jawaban dari salah seorang teman yang baru saja menikah. Proses menuju pernikahannya sungguh ajaib.

Mereka hanya berkenalan 2 bulan. Kemudian membuat keputusan menikah. Persiapan pernikahan mereka hanya dilakukan dalam waktu sebulan saja. Kalau dia seorang akhwat, saya tidak hairan. Proses pernikahan seperti ini selalu dilakukan. Dia bukanlah akhwat, sebagaimana saya. Satu hal yang pasti, dia jenis wanita yang sangat berhati-hati dalam memilih suami.

Trauma dikhianati lelaki membuat dirinya sukar untuk membuka hati. Ketika dia memberitahu akan menikah, saya tidak menganggapnya serius. Mereka berdua baru kenal sebulan. Tapi saya berdoa, semoga ucapannya menjadi kenyataan. Saya tidak ingin melihatnya menangis lagi.

Sebulan kemudian dia menemui saya. Dia menyebutkan tarikh pernikahannya. Serta meminta saya untuk memohon cuti, agar dapat menemaninya semasa majlis pernikahan. Begitu banyak pertanyaan dikepala saya. Sebenarnya...!!!

Saya ingin tau, kenapa dia begitu mudah menerima lelaki itu. Ada apakah gerangan? Tentu suatu hal yang istimewa. Hingga dia boleh memutuskan untuk bernikah secepat ini. Tapi sayang, saya sedang sibuk ketika itu
Benar-benar sibuk.

Saya tidak dapat membantunya mempersiapkan keperluan pernikahan. Beberapa kali dia menelefon saya untuk meminta pendapat tentang beberapa perkara.

Beberapa kali saya telefon dia untuk menanyakan perkembangan persiapan pernikahannya. That's all.......Kami tenggelam dalam kesibukan masing-masing.

Saya menggambil cuti 2 hari sebelum pernikahannya. Selama cuti itu saya memutuskan untuk menginap dirumahnya.

Pukul 11 malam sehari sebelum pernikahannya, baru kami dapat berbual hanya berdua. Hiruk pikuk persiapan akad nikah besok pagi, sungguh membelenggu kami. Pada awalnya kami ingin berbual tentang banyak hal.
Akhirnya, dapat juga kami berbual berdua. Ada banyak hal yang ingin saya tanyakan. Dia juga ingin bercerita banyak perkara kepada saya. Beberapa kali Mamanya mengetok pintu, meminta kami tidur.

"Aku tak boleh tidur." Dia memandang saya dengan wajah bersahaja. Saya faham keadaanya ketika ini.

"Matikan saja lampunya, biar disangka kita dah tidur."

"Ya.. ya." Dia mematikan lampu neon bilik dan menggantinya dengan lampu yang samar. Kami meneruskan perbualan secara berbisik-bisik.

Suatu hal yang sudah lama sekali tidak kami lakukan. Kami berbual banyak perkara, tentang masa lalu dan impian-impian kami. Wajah keriangannya nampak jelas dalam kesamaran. Memunculkan aura cinta yang menerangi bilik ketika itu. Hingga akhirnya terlontar juga sebuah pertanyaan yang selama ini saya
pendamkan.

"Kenapa kamu memilih dia?" Dia tersenyum simpul lalu bangkit dari baringnya sambil meraih HP dibawah bantalku. Perlahan dia membuka laci meja hiasnya. Dengan bantuan lampu LCD HP dia mengais lembaran kertas didalamnya.

Perlahan dia menutup laci kembali lalu menyerahkan sekeping envelop kepada saya. Saya menerima HP dari tangannya. Envelop putih panjang dengan cop surat syarikat tempat calon suaminya bekerja. Apa ni. Saya melihatnya tanpa mengerti. Eeh..., dia malah ketawa geli hati.

"Buka aja." Sebuah kertas saya tarik keluar. Kertas putih bersaiz A4, saya melihat warnanya putih. Hehehe.....

"Teruknya dia ni." Saya menggeleng-gelengkan kepala sambil menahan senyum. Sementara dia cuma ketawa melihat ekspresi saya.

Saya mula membacanya. Saya membaca satu kalimat diatas, dibarisan paling atas. Dan sampai saat
inipun saya masih hafal dengan kata-katanya.

Kepada .......

Calon isteri saya, calon ibu anak-anak saya, calon menantu Ibu saya dan calon kakak buat adik-adik saya

Assalamu'alaikum Wr Wb

Mohon maaf kalau anda tidak berkenan. Tapi saya mohon bacalah surat ini hingga akhir. Baru kemudian silakan dibuang atau dibakar, tapi saya mohon, bacalah dulu sampai selesai.

Saya, yang bernama ....... menginginkan anda ....... untuk menjadi isteri saya. Saya bukan siapa-siapa. Saya hanya manusia biasa. Buat masa ini saya mempunyai pekerjaan. Tetapi saya tidak tahu apakah kemudiannya saya akan tetap bekerja. Tapi yang pasti saya akan berusaha mendapatkan rezeki untuk mencukupi keperluan
isteri dan anak-anakku kelak..

Saya memang masih menyewa rumah. Dan saya tidak tahu apakah kemudiannya akan terus menyewa selamannya. Yang pasti, saya akan tetap berusaha agar isteri dan anak-anak saya tidak kepanasan dan tidak kehujanan.

Saya hanyalah manusia biasa, yang punya banyak kelemahan dan beberapa kelebihan. Saya menginginkan anda untuk mendampingi saya. Untuk menutupi kelemahan saya dan mengendalikan kelebihan saya. Saya hanya manusia biasa. Cinta saya juga biasa saja.

Oleh kerana itu. Saya menginginkan anda supaya membantu saya memupuk dan merawat cinta ini, agar menjadi luar biasa. Saya tidak tahu apakah kita nanti dapat bersama-sama sampai mati. Kerana saya tidak tahu suratan jodoh saya. Yang pasti saya akan berusaha sekuat tenaga menjadi suami dan ayah yang baik.

Kenapa saya memilih anda? Sampai saat ini saya tidak tahu kenapa saya memilih anda. Saya sudah sholat istiqarah berkali-kali, dan saya semakin mantap memilih anda.

Yang saya tahu, Saya memilih anda kerana Allah. Dan yang pasti, saya menikah untuk menyempurnakan agama saya, juga sunnah Rasulullah. Saya tidak berani menjanjikan apa-apa, saya hanya berusaha sekuat mungkin menjadi lebih baik dari sekarang ini.

Saya memohon anda sholat istiqarah dulu sebelum memberi jawaban pada saya. Saya beri masa minima 1 minggu, maksima 1 bulan. Semoga Allah ridho dengan jalan yang kita tempuh ini. Amin

Wassalamu'alaikum Wr Wb


Saya memandang surat itu lama. Berkali-kali saya membacanya. Baru kali ini saya membaca surat 'lamaran' yang begitu indah. Sederhana, jujur dan realistik. Tanpa janji-janji yang melambung dan kata yang berbunga-bunga. Surat cinta biasa. Saya menatap sahabat disamping saya. Dia menatap saya dengan senyum
tertahan.

"Kenapa kamu memilih dia......?"

"Kerana dia manusia biasa....... . " Dia menjawab mantap. "Dia sedar bahawa dia manusia biasa. Dia masih punya Allah yang mengatur hidupnya. Yang aku tahu dia akan selalu berusaha tapi dia tidak menjanjikan
apa-apa. Soalnya dia tidak tahu, apa yang akan terjadi pada kami kemudian hari. Entah kenapa, justru itu memberikan kesenangan tersendiri buat aku.."

"Maksudnya?"

"Dunia ini fana. Apa yang kita punya hari ini belum tentu besok masih ada. Betul tak? Paling tidak.... Aku tau bahawa dia tidak akan frust kalau suatu masa nanti kami jadi miskin.

"Ssttt...... ." Saya menutup mulutnya. Khuatir kalu ada yang tau kami belum tidur. Terdiam kami memasang telinga.

Sunyi. Suara jengkering terdengar nyaring diluar tembok. Kami saling berpandangan lalu gelak sambil menutup mulut masing-masing.

"Udah tidur. Besok kamu mengantuk, aku pula yang dimarahi Mama." Kami kembali berbaring. Tapi mata ini tidak boleh pejam. Percakapan kami tadi masih terngiang terus ditelinga saya.

"Gik.....?"

"Tidur...... Dah malam." Saya menjawab tanpa menoleh padanya. Saya ingin dia tidur, agar dia kelihatan cantik besok pagi. Rasa mengantuk saya telah hilang, rasanya tidak akan tidur semalaman ini.

Satu lagi pelajaran dari pernikahan saya peroleh hari itu. Ketika manusia sedar dengan kemanusiannya. Sedar bahawa ada hal lain yang mengatur segala kehidupannya. Begitu juga dengan sebuah pernikahan. Suratan jodoh sudah terpahat sejak ruh ditiupkan dalam rahim. Tidak ada seorang pun yang
tahu bagaimana dan berapa lama pernikahannya kelak.

Lalu menjadikan proses menuju pernikahan bukanlah sebagai beban tetapi sebuah 'proses usaha'. Betapa indah bila proses menuju pernikahan mengabaikan harta, tahta dan 'nama'.

Status diri yang selama ini melekat dan dibanggakan (aku anak orang ini/itu), ditanggalkan.

Ketika segala yang 'melekat' pada diri bukanlah dijadikan pertimbangan yang utama. Pernikahan hanya dilandasi kerana Allah semata. Diniatkan untuk ibadah. Menyerahkan segalanya pada Allah yang membuat senarionya.

Maka semua menjadi indah.

Hanya Allah yang mampu menggerakkan hati setiap HambaNYA. Hanya Allah yang mampu memudahkan segala urusan. Hanya Allah yang mampu menyegerakan sebuah pernikahan.

Kita hanya boleh memohon keridhoan Allah. MemintaNYA mengurniakan barokah dalam sebuah pernikahan. Hanya Allah jua yang akan menjaga ketenangan dan kemantapan untuk menikah. Jadi, bagaimana dengan cinta?

Ibu saya pernah berkata, Cinta itu proses. Proses dari ada, menjadi hadir, lalu tumbuh, kemudian merawatnya.

Agar cinta itu dapat bersemi dengan indah menaungi dua insan dalam pernikahan yang suci. Cinta tumbuh kerana suami/isteri (belahan jiwa).

Cinta paling halal dan suci. Cinta dua manusia biasa, yang berusaha menggabungkannya agar menjadi cinta yang luar biasa. Amin.

Wallahu 'alam

[i]"di e-melkan oleh seseorang"
Back to top Go down
azam_ramli
Dean
Dean
avatar

Number of posts : 399
Points : 6779
Registration date : 2009-03-16
Age : 35
Location : Tower 1, PETRONAS Twin Tower

PostSubject: Re: untuk yang dilamar & melamar   Mon Apr 27, 2009 6:31 pm

Wah...terus terasa hati. Agaknya terdetik dihati yang aku kini gah bekerja di syarikat besar. Berase bangga yang aku pelajar universiti. Angkuh bahawa aku punya itu dan ini. padahal aku sendiri tak tahu berapa lama semua ini akan kekal.

Sibuk merancang hal dunia mendatang hingga lupa hal yang sekarang. Sibuk melabur sana sini padah hutang pendidikan tak terbayar.

Riak dan bongkak. Mungkin tak terserlah di pandangan orang lain tetapi dalam hati tetap ade. Bolehkah aku menjadi seperti lelaki itu. Satu persoalan. Terkadang menulis ini pun boleh mendatang kan rase gah....kononnya aku tersentuh hati....

Hanya Allah yg tahu...wallahua'lam
Back to top Go down
akmal
Deputy Dean
Deputy Dean
avatar

Number of posts : 273
Points : 6562
Registration date : 2009-03-18
Age : 30
Location : My room..eheheeh...

PostSubject: Re: untuk yang dilamar & melamar   Tue Apr 28, 2009 5:17 am

utk yang dilamar & melamar....

pertemuan jodoh itu d dlm rahsia2 ALLAH...

lalu bagaimana pasti akan khadirannya?
Back to top Go down
ehsansurur
Deputy Canselor
Deputy Canselor
avatar

Number of posts : 504
Points : 6789
Registration date : 2009-03-16
Age : 33
Location : Kg. Baru

PostSubject: Re: untuk yang dilamar & melamar   Tue Apr 28, 2009 11:17 am

usaha,doa,tawakkal...insyaAllah
Back to top Go down
tinie
Multimedia
Multimedia
avatar

Number of posts : 29
Points : 6322
Registration date : 2009-03-13
Age : 31
Location : home sweet home

PostSubject: Re: untuk yang dilamar & melamar   Tue Apr 28, 2009 1:50 pm

ikutlah kata hati. namun hati itu mestilah hati yg putih n bersih. sesungguhnya gerak hati dari hati yg putih itu adalah anugerah dari Allah.

"mudah2an pasangan JOE n ROSE bahagia selama2nya..."
Back to top Go down
ehsansurur
Deputy Canselor
Deputy Canselor
avatar

Number of posts : 504
Points : 6789
Registration date : 2009-03-16
Age : 33
Location : Kg. Baru

PostSubject: Re: untuk yang dilamar & melamar   Tue Apr 28, 2009 4:30 pm

ikut hati mati
ikut nafsu lesu
ikut rasa binasa

ikutlah iman insyaAllah aman
Back to top Go down
akmal
Deputy Dean
Deputy Dean
avatar

Number of posts : 273
Points : 6562
Registration date : 2009-03-18
Age : 30
Location : My room..eheheeh...

PostSubject: Re: untuk yang dilamar & melamar   Thu Apr 30, 2009 3:52 pm

no comment...

aq tidak punya pengalaman...aq tidak arif...aq tidak mngerti...
Back to top Go down
Sponsored content




PostSubject: Re: untuk yang dilamar & melamar   

Back to top Go down
 
untuk yang dilamar & melamar
View previous topic View next topic Back to top 
Page 1 of 1
 Similar topics
-
» Yang (DONE)
» Yang Xiao Long
» Yin Yang Pirates
» Yang Xiao Long (Re-App)
» Yang Xiao Long

Permissions in this forum:You cannot reply to topics in this forum
BP IIUM GEMILANG :: Sharing Section :: Sharing Story-
Jump to: